BREAKING
Tampilkan postingan dengan label Jumudisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jumudisme. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2016

Inilah Lima Jomblo kelas atas di Ushuluddin


Menjadi jomblo adalah perkara tersulit yang ada dalam kehidupan. Tidak ada yang mudah dengan menjomblo. Selain pranata sosial, tekanan keluarga dan kesunyian, menjadi jomblo juga selalu mengalami tekanan psikologis dari hari-kehari.

Nahh buat kalian mahasiswi UIN, ada kabar gembira yang akan saya jelaskan di sini. Untuk sementara lupakan hayalan-hayalan kalian mengenai Nicholas Saputra atau Ariel Noah. Kini PIUSH memiliki rekomendasi jodoh untuk kalian semua. 

Setelah melalui seleksi yang ketat, lebih ketat daripada seleksi lomba penyanyi berbakat yang ada ditelevisi, bekerja sama dengan Lembaga Survey Jomblo Indonesia, Maka PIUSH dengan bangga mempersembahkan lima jomblo berkualitas tinggi untuk anda dekati. Ingat, dekati saja, jangan dipacari. Biarkan mereka tetap sendiri agar tetap menjadi filsuf atau sufi.

5. Solihin (Anu)
Solihin Anu adalah Mahasiswa semester 4 yang paling berbakat di Aqidah Filsafat, Ushuluddin, UIN Jakarta. Ia dikenal dengan nama panggung "Anu". layaknya Mahasiswa Filsafat yang lain, Anu cukup idealis dalam hal percintaan. Ia tidak akan mau mengejar seorang gadis, kecuali gadis itu sendiri yang mendatanginya. Tapi mau sampai kapan Anu ?? aahh sudahlah.

Sebagai pemuda harapan entah siapa, Anu telah berjasa besar dalam menghidupkan kajian pojok inspirasi ushuluddin (PIUSH). Bisa dihubungi dibesment ushul.

4. Edi Marwoto
Jomblo kita yang satu ini adalah gabungan filsuf mahsyur Schopenhauer dan Basiyo. Tercatat sebagai mahasiswa perbandingan agama yang jarang masuk kuliah hingga sekarang.

Edi merupakan sosok yang santai dan periang. Gosip yang beredar, sangking frustasi dengan kejombloannya ia bahkan rela berpacaran dengan leptop yang selalu ditentengnya. Edi Bisa dihubungi di besment ushul.

3. Muhammad Hamiem
Pria yang asal Rembang Jawa tengah ini, memiliki semboyan, "sombonglah selama Tuhan tidak melihat". Lantas pertanyaan selanjutnya yang harus ditanyakan kepada Hamim, apa yang bisa disombongkan ? Hidup dalam kesunyian dan kesepian ??

Tercatat masih menjadi Mahasiswa Tafsir Hadis semester 6. Hamim, begitu ia disapa, dikenal menguasai par excellencestudi Alquran, Hadist, dan Filsafat. Dengan wajah yang jika diperhatikan kadar usianya melebihi Nabi Adam, sudah barang tentu Hamim punya kualitas idola.

Jika Anda tertarik untuk berbincang perihal pahitnya kehidupan, Anda bisa menghubunginya di besment ushul.

2. Mohammad Faqih
Tanyakan pada jagat mahasiswa seluruh kampus UIN, Jakarta, siapa Muhammad Faqih. Niscaya anda akan menemukan seorang sosok Marxist yang kaffah nan zuhud.

Faqih adalah salah seorang Aktifis Gerakan yang konsisten menyendiri dan menyendiri. Seluruh rekan-rekannya mengetahui kisah pahit drama percintaannya yang tak menegenal kata "Sampai". Bahkan faqih sukses menjadi "icon" perjombloan di Ushuluddin. Suatu prestasi yang luar biasa tentunya.

Jika "Syarukh khan" dalam film "Jab tak hai jan" berhasil menanti cintanya dalam puluhan tahun, faqih jauh melampaui itu pastinya.

Secara khusus Mahasiswa Tafsir Hadis ini memiliki darah biru dari Bekasi yang jika ditelusuri akan nyambung hingga nabi Adam. Anda bisa menghubungi beliau di besment ushul.

1. Ubaidillah
Dan inilah dia, sosok yang dianggap melampaui jomblo yang lain. Ia adalah ubaidillah atau yang biasa disapa Ubed.

Dikenal berwajah layaknya "boyband", Ubed selalu mengakrabi  kesunyian. Apakah karena memang tidak terlihat? Entahlah. Tapi dari beberapa sumber terpercaya, konon Ubed sedang mengejar cinta ala tirakat khusus yang telah mencapai taraf makrifat seorang sufi.

Mahasiswa Tafsir Gadis ini gemar menonton film drama Korea. Maka wajar saja, apabila ia hingga sekarang selalu bermimpi menjadi "Lee Min Ho"nya Ushuluddin. Silahkan sapa ubed di besment ushul.


D.I



Minggu, 04 Desember 2011

Fenomena "GALAU" di era kontemporer

pada 2 Desember 2011 jam 23:44
 
Galau, merupakan sebuah penyakit trend di tahun 2011 ini. penyakit ini merasuk bahkan menyebar keseluruh umat manusia mulai dari anak-anak sampai orang dewasa atau bahkan sampai pada orang tua sekalipun... ciri-ciri penyakit ini ditandai dengan hal-hal konyol, hal-hal konyol itu dimulai dengan kebingungan dan keresahan yang sangat dashyat biasanya dengan mencoret-coret tangan dengan silet atau bahkan menulis tulisan yang tidak dipahami....

galau sama dengan dilema atau mungkin hanya beda ucapan tapi sama dalam realitas atau perasaan yaitu kebingungan atau keresahan yang akut, biasanya galau lebih cendrung kemasalah cinta makanya konsep galau ini banyak digandrungi oleh ABG alias anak baru galau....Proses terjadinya galau adalah bermula dari sebuah masalah yang sebetulnya tidak penting,kemudian masalah tersebut ingin di cerna oleh otak yang kosong,sehingga otak tidak dapat mencernanya dengan baik.Akibatnya masalah itu mengambang tidak menentu (macam roh penasaran). Tapi yang kemudian menjadi masalah besar adalah kelebayan yang diangkat kepermukaan yang menjadi fenomena... mulai dari iris tangan sampai pada ketidakjelasan sikap terhadap lingkungan.......untuk para pejuang realitas hidup hilangkan lah fenomena yang seharusnya menjadi pelajaran bukan menjadi fatalisme dengan kelebayaan yang seharusnya dibuang dan menjadi instropeksi diri....
gw tegasin kata-kata itu sebelum loe malu dan menyesal sama diri loe sendiri.

Kamis, 17 November 2011

Indonesia Tanpa Tuhan

oleh Sigit Rastafara pada 11 November 2011 jam 18:13
 
 
Saya suka berpikir, mungkin ini pikiran yang abnormal, tapi entahlah..

Mengapa Tuhan orang Islam itu Tuhan yang suka mengancam?
Yang sering melarang-larang dan tidak segan memberi hukuman?
Sedang Tuhan di Gereja adalah Tuhan romantis yang suka bercinta-cintaan?
Berkorban sana berkorban sini, dan ini terlalu altruistik bahkan kedengaran aneh.
Tuhan murka.
Tuhan senang.
Tuhan memberikan imbalan
Tuhan memberikan laknat.
Itukan yang sering kita dengar?
Saya benar-benar curiga. Jangan-jangan dengan menyebut-nyebut sifat Tuhan seperti itu, kita semua sebenarnya sedang mencoba "memanusiakan" Tuhan. Karena sifat marah, senang, gila pujian dan memberikan reward bagi yang bisa menyenangkan hati dan juga menghukum bagi para pembangkang adalah pure sifat-sifat manusia.
Saya percaya dengan Islam.
Begitu juga saya percaya agama yang lain-lain.
Adalah agama yang mencoba menunjukan jalan bagi manusia agar tidak sesat.
Panduan moral bagi orang yang gelisah. Tapi begitu sampai konsep pada Ketuhanan, saya merasa kita semua seperti kena hipnotis massal. Orang Islam merasa semua penghuni sorga adalah muslim, saya kira orang Kristen juga demikian. Siapa pun yang tidak mempercayai tokoh bujangan yang suci bernama Jesus tidak akan terselamatkan.

Ada kontradiksi dalam menilai Tuhan.
Mereka bilang Tuhan maha bijaksana.
Tapi bila bijaksana mengapa cuma manusia Islam yang masuk surga?
Mereka bilang Tuhan maha adil.
Ah itu cuma kalimat-kalimat hiburan bagi si miskin yang terkapar atau orang yang penglihatannya normal kepada yang buta. Jika mau jujur, ketidak adilan itu sudah ada sejak manusia pertama menggelandang di muka bumi ini.

Kita terbiasa mengucapkan kalimat-kalimat hiburan bagi orang-orang yang kesusahan. Bila kita kenyang, kita bilang pada yang lapar "jangan takut Tuhan itu maha adil, walaupun kamu sekarang lapar, Tuhan tetap akan memberikan kenikmatan" atau kepada yang buta "walaupun anda hidup dalam kegelapan, anda sebenarnya diberikan Tuhan kenikmatan untuk berdekat dekatan dengan Tuhan".

Saya harus bilang, saya muak dengan orang yang omongannya selalu didahului oleh kata Tuhan. Manusia menurut saya adalah penguasa takdir yang bisa mengemudikan nasibnya sendiri. Selama kita tidak merugikan orang, membunuh dan menganiaya, memporak-porandakan keperawanan gadis-gadis cina, membakar mesjid dan gereja, kita tidak punya alasan untuk takut pada Tuhan.

Manusia diberikan akal dalam pencarian di kehidupan yang singkat ini oleh sang Khalik. Tinggal kemauan kita untuk menggunakan sel-sel otak kita dengan cara-cara yang benar, atau menyerahkan pada insting kebinatangan.

Jiwa-jiwa bebas yang tidak tergantung Tuhan.
Bebas berkehendak tanpa dibelenggu roman dan ketakutan.
Merebut sifat maha pengasih dan maha penyayang dari langit
Dan mencoba menanamkan dibumi tanpa pamrih.
Bumi tanpa batas-batas agama dan ras..
Dan juga tanpa-batas batas teritorial

Jiwa-jiwa bebas yang memberontak terhadap semua dogma.
Yang tidak malu untuk menunjukkan kekurangan diri.
Yang menganjurkan Tuhan sebagai alternative terakhir tempat memohon pertolongan bagi manusia-manusia yang sedang karam.
Dan juga menyarankan untuk memaki Tuhan bila perlu..
Dengan cara itu berharap mereka di perhatikan oleh-Nya.

Jiwa-jiwa bebas yang tidak menerka-nerka tentang surga dan neraka.
Adalah jiwa-jiwa yang menyerahkan semuanya nanti kepada Dia untuk menilai sendiri.
Nanti... Setelah mati...

Jiwa-jiwa yang percaya Tuhan tidak memilah-milah manusia dengan agama.
Kecuali niat baik dan perbuatan manusia...
Tanpa pamrih, tanpa agama , tanpa Tuhan..



Rabu, 09 November 2011

tanda tanya kehidupan....

oleh Sigit Rastafara pada 08 November 2011 jam 19:09


berawal dari kegelisahan dan perjalanan hidup seorang aku, yang hidup dari keluarga sederhana. seorang anak yang dilahirkan dalam kondisi sempurna walau jiwanya mungkin masih dalam tahap penyempurnaan, jiwa yang penuh dengan berbagai fenomena yang dihasilkan dari sebuah realitas aku adalah manusia yang penuh dengan berbagai kekurangan secara batiniah..... walau dalam perjalanannya penuh gejolak untuk sampai pada tingkat ketenangan tak bisa dipungkiri aku adalah manusia yang dengan segala kebodohannya menjalani hidup tanpa tahu arti hidup itu sendiri..... aku hidup hanya bertindak secara formalisasi yang hanya butuh makan, dan menjalankan tanggung jawab aku sebagai manusia biasa yang lazim dijalanin oleh orang-orang...setiap manusia lahir pasti mempunyai cita-cita walau cita-cita itu belum terbentuk seutuhnya begitupun aku yang hanya manusia biasa ingin sekali merasakan dan menggapai cita-cita yang terkadang aku sendiripun tak tahu cita-citaku jadi apa....... perjalanan hidup yang membuat aku mulai menyadari sedikit-demi sedikit apa itu hidup dan cita-cita berawal dari tahun 2008.. dimana pada tahun tersebut merupakan tahun yang mungkin Tuhan menyapa dengan tangan dan sentilannya walau sebelumnya pernah.. tapi ini bukan sentilan biasa bagiku tahun itu merupakan tahun pembukaan pertama memasuki hidup dan berbagai perjalanannya dan dengan segala retorikanya.... aku mulai dari kata basmallah ditahun itu yang mana pada tahun itu ada seorang teman yang mungkin temen tersebut utusan Tuhan, aku diajak untuk memahami hidup yang religius walau akau sendiripun hina dalam hidup ini....diajak disuatu tempat dimana aku bisa benar-benar merasakan sentilan-sentilan rohani yang menyapa batinku.... seiring berjalannya waktu seiring juga sentilan itu jadi hantaman yang keras dalam batinku.....aku mulai merasakan nikmatnya hidup secara religius.. meskipun belum sempurna.....kemudian berbagai fenomena mulai menampakkan wujudnya sedikit-demi sedikit kepermukaan...... disitu aku mulai sadar pentingnya hidup dengan segala cita-citanya... aku mulai menapaki jejak-jejak cita-cita itu yang mulai membuka ruang untuk disinggahi. aku mencoba mulai mengisi ruang kosong tersebut dengan segala keterbatasanku.... tetapi apa boleh buat ruang itu memuntahkan diriku dan keterbatasanku.. aku pun mulai merenung lebih dalam lagi dimana yang salah pada diri ini ketika diri ini mencoba untuk meraih cita-cita didalam hidup..... aku terus berusaha hingga akhirnya ruang itu menerimaku.... tidak berhenti sampai disitu ketika aku mulai berjalan dan mengamati ruang tersebut cukup nikmat dan indah untuk disinggahi.. ruang itu memberikan segala fasilitas dan keindahannya kepadaku... hingga aku terbuai dan mencoba memaknai keindahan itu.... yahhh lagi-lagi aku hanya manusia bodoh, manusia biasa yang dengan segala kebodohannya aku menjalani hidup.... aku terus memaknai dan memanfaatkan fasilitas ruangan tersebut sampai pada akhirnya.... sedikit-demi sedikit aku sampai pada pintu belakang... yang siap aku buka, mungkin juga sedikit-demi sedikit aku harus meninggalkan ruangan tersebut dengan berbagai fasilitas dan keindahannya sudah habis mungkin waktuku untuk menikmati apa yangh disebut keindahan walau dalam ruang lingkup kecil dengan berbagai polemiknya...... mungkin ntah kapan aku tinggal membuka pintu belakang tersebut, dan menjalani hidup yang lebih besar lagi untuk, untuk lagi-lagi mencari makna apa itu kehidupan dan cita-cita yang ingin aku gapai.... sampai akhirnya aku harus kembali kepada sebuah titik dimana dan darimana aku berangkat.....


(Dimas Sigit, 8 november 20011)

Minggu, 06 November 2011

" Mengapa Cinta Tabu Harus Menggebu "


oleh Sigit Rastafara pada 06 November 2011 jam 17:25

malam kian larut....demikian pula anganku...
ikut larut akan masa-masa yg lalu
mengapa bayanganmu kian memudar???
mengapa kau hindari ...
mengapa asa ini berbaur
mengapa kau pergi
mengapa senyuman berubah sedu-sedan

mengapa aku terbawa angin parahyangan
kerana harum semerbakmu
kutahu....
kau dalam jambangan
kau dalam taman pemilikmu
kau dipagari status sariat dan norma
aku tahu itu mawarku
tapi....mengapa harus ku alami kisah getir ini
mengapa cinta tabu harus menggebu
mengapa kulabrak norma
cinta...
engkau luar biasa
kau melumat bak tsunami
kau mngecoh bak Rahwana Dasamuka
kau menyapu norma bak puting beliung
kau..."CINTA"...
slalu penuh fenomna dalam dunia
kau abui mataku tuk menyayangi hak bunga dalam jambangan
kau serbuki aku dengan penidurmu
kau...pembuat duka sekaligus suka hidup insani

Cinta,karenamu dunia indah
karenamu dunia merekah

Ku Coba Menduakan Cinta Tuhan


oleh Sigit Rastafara pada 27 September 2011 jam 15:26

rasanya pengen ninggalin Tuhan sendirian
buar Tuhan tau rasa gimana rasanya ditinggalin
buar tuhan tau gimana rasanya kesendirian dan kesepian tanpa teman untuk berbagi
pengenya seh gitu tapi kok gak bisa ya
setiap kali berusaha untuk meninggalkan Tuhan dalam kesendirian, selalu saja teringat semua cinta dan kasih sayangnya
padahal sudah aku berusaha untuk menjauh sejauh, jauhnya dari Tuhan dan semua urusan yang berhubungan dengan Tuhan
tapi itu masih saja tidak bisa

apakah Tuhan sebegitu melekatnya pada diriku
kadang rasanya pengen aku berpindah ke lain hati
tapi tak kuasa aku untuk menghilangkan nama Tuhan dalam hati ini
rasanya aku sudah kecanduan semua yang Tuhan berikan
Tuhan mungkin terlalu hebat untuk aku lupakan
Tuhan mungkin terlalu dalam segala hal
padahal dalam hati ini telah ada seseorang yang aku cintai
tapi Tuhan tetap berkuasa dalam hati dan hidupku
oh Tuhan, KAU benar-benar penguasa hati dan hidup ini
aku serahkan semua jiwa dan raga ini kehadapanmu
aku adalah budak cinta bagimu
untuk someone special ini my life, maaf karena aku telah menduakan cintamu
semoga engkau tidak marah karena cintamu telah aku duakan dengan cinta Tuhanku....

Mulai Hari Ini Saya Kafir


oleh Sigit Rastafara pada 27 September 2011 jam 23:34

Yak bener mulai hari ini saya kafir, gak perduli apa kata orang, apa pandangan orang tentang saya nantinya pokoknya mulai hari ini saya menyatakan bahwa diri saya kafir…
Atas berkat Cak Nun saya diberi hidayah pengetahuan budaya, kafir artiannya disini adalah melakukan perlawanan (titik). Bila dikaitkan dengan teologi maka kafir itu melakukan perlawanan (membangkang) kepada Tuhan, dan saya tak ingin mengkaitkan arti kafir ini kepada teologi… jadi apabila seseorang yang pergi haji dengan tanpa ketulusan dan keikhlasannya maka ia kafir terhadap hatinya, apabila seorang mahasiswa melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap buruk maka ia kafir terhadap kebijakan itu bahkan mungkin terhadap pemerintah itu, sekarang saya kafir terhadap kebijakan (baca: kelalaian) pemerintah yang di satu sisi memberikan penghargaan kepada daerah yang surplus sedangkan pada satu sisi lainnya terjadi kelaparan di Yakuhimo, Papua. Ironis. Maafkan saya gak bisa beriman lagi, menjadi kafir itu baik bagi saya, saya ingin menjadi kafir liberal seperti kata Nabi Dadang… bahwa liberal itu baik karena artinya membebaskan bukan pembebasan. (titik)

SENDIRI YANG TAK JUGA MENGGENAPINYA


oleh Sigit Rastafara pada 04 Oktober 2011 jam 19:53

Hadirnya tidak pernah diharapkan siapa pun. Tidak juga mereka yang mengatasnamakan cinta dan janji sehidup semati dihadapanNYA. Sedari awal pintanya meradang mencari cinta. Inginnya dia menjamah semua yang memandangnya demi rengkuh yang hangat. Tak banyak kata yang pernah dilontarkannya. Tapi matanya selalu nyalang mencari. Telinganya pun tak pernah tidur untuk mendengar setiap pengingkaran-pengingkaran atas dirinya. Hatinya begitu keras berdebum, membenamkan semua sangkal agar dirinya diterima mereka. Sendiri dia disekitarnya. Kadang dadanya membungkuk dan meneku hebat juntai kakinya manakala pengharapannya tak pernah menegakkan mukanya. Tercabik oleh caci dan tersungkur karena luka. Sekecil itu hidupnya tak memberikan keindahan. Tak ada pembelaan untuk jiwanya yang mungil dan mencari perlindungan hingga dia selalu tersudut di sudut gelap tanpa ada yang menggapainya.

Belianya mengeram dalam hampa. Ada cinta yang pernah menyapanya dengan getar lembut yang membuatnya merasa ada. Dia tersenyum. Ada bunga mekar dalam binar mata belianya. Inginnya dia bersandar pada peluk yang dirindunya puluhan tahun lampau. Tapi hatinya yang pernah menolak cinta telah membuatnya gentar. Apakah cintanya mampu melindungiku ? Mereduplah dia dalam ragu. Ditutupnya hatinya untuk cinta. Dan seketika itu jugalah sakit itu menyengatnya. Ada caci lagi yang dimuntahkan mereka untuknya yang tak bisa lain selain menunduk dalam nista yang kembali disematkan untuk liku hidupnya. Sakit. Tapi apalah artinya sakit kala sang maha berhak atas dirinya menyematkannya untuk mempertegas status kepemilikan mereka ? Sakit itu mati rasa. Dan dielusnya sekali lagi luka itu. Disimpannya dalam bilik hati yang menghitam.

Remajanya memuakkan. Ada sudut yang selalu ditutupnya rapat-rapat dalam sudut kelam mata hitamnya yang mempesona. Tak pernah lagi ditatapnya cinta dengan matanya. Lalunya menolak cinta. Dia mencoba mencari lagi nilainya dari mereka yang menghadirkannya dalam gelap kelam yang memanas. Pedih luka itu dibasuhnya sendiri. Oh...rindunya diharapkan ada meski tak pantas ada. Kemana pun dia berjalan, tak pernah lagi diangkatnya raut muka nelangsa itu. Ada malu yang dibenamkan padanya. Ada jijik yang dijahitkan dalam kedua katup bibirnya. Membisu adalah apa yang terindah untuk digaulinya.Nafasnya mulai putus-putus. Lelah dan gontai. Apakah akan ada yang mengakuinya tanpa pernah membenamkan luka padanya ? Mereka menjawabnya dalam satu bentakan bahwa dirinya tak pantas merasa cinta karena dirinya menjijikkan.

Dan kini,
Dia hidup dengan luka yang menganga dalam dan merah. Perih. Tapi luka itu senantiasa mencintainya yang bodoh. Berkali terlunta dalam pencarian akan adanya. Berkali juga termuntahkan dalam onak yang menolaknya. Ada yang diharapnya hadir mutlak untuk tidak pernah lekang oleh waktu, syarat dan opini. Agar dirinya bisa lagi mengangkat mukanya dengan bangga untuk berjalan bersama dalam keyakinan yang dihangatkan darimu untuk sisa alur hidupnya yang hanya meninggalkan sedikit saja asa. Jangan lagi ada yang menyisihkannya karena dia menjijikkan. Jangan ada lagi yang memuntahkannya karena dia tak pantas. Jangan ada lagi yang mendorongnya ke sudut gelap karena kebodohannya.
Rengkuh saja dia.
Dia tak lagi mampu menyangga semua pengingkaran akan dirinya.
Hangatkan saja dia.
Dia hanya ingin merasa ada karena memang dia ada.
Ramaikan dia.
Sepi dan sendirinya telah begitu merampas semua yang tak pernah hangat dimilikinya.

Dan untukmu,
Tetaplah menghangat dalam nadi lenganku. Lukamu selalu kudengar dalam mimpi burukku. Hutangku untuk membuatmu bahagia diatas segala kebahagiaan fana yang kucari. Bersamakulah kau sematkan mimpi dan dendam keramatmu untuk amarah yang akan kubayarkan lunas demi akhir takdirmu. Bukan mereka yang akan membahagiakanmu, tapi aku ! Bukan mereka yang akan menggenggam erat jemarimu untuk melangkah ke depan tanpa pernah melepaskan lagi, aku saja yang bisa kau percayai ! Bukan mereka yang akan membuka katup matamu dari luka bernanah itu, tapi aku !

Aku tak akan pernah akan mengukirkan janji tanpa pernah melunasinya untuk senyummu.
Aku tak akan pernah membalikkan ragaku kala kau mencariku bersemat air mata yang menyakitiku.
Aku tak akan pernah menghindari hadirmu kala semua menghitung untung rugimu untuk mereka.

Aku ada disini karena aku akan menggenapimu !

Arti Air Mata

oleh Sigit Rastafara pada 04 Oktober 2011 jam 21:51


Aku sedang tak ingin mengartikan nilai sebuah tetesan Air Mata,
Aku juga tak ingin bertanya kenapa begitu mudahnya Air Mata menggenangi pelupuk mata.

Banyak orang menyebut Air Mata adalah Air Kehidupan yang sengaja diciptakan Tuhan sebagai bentuk kasih saying -Nya kepada umat -Nya, karena dengan Air Mata, Manusia mampu melepaskan segala Emosi yang terpendam.
Aku pun berpandangan seperti itu.

Hanya saja, sekian lama dan sekian sering aku Menangis (mengeluarkan Air Mata), baru aku sadari ternyata aku salah dan sangat menyayangkan selama ini kenapa Aku Menangis, untuk apa Aku Menangis.
Maksudnya, bukan menyayangkan kenapa Aku menangis,
Hanya saja, selama ini aku menyayangkan Air Mata yang ku keluarkan hanyalah untuk suatu Pesakitan.

Kenapa selalu disaat aku mengalami atau merasakan Kehilangan,
Disaat aku merasakan bimbang,
Disaat aku merasakan sedih,
Disaat aku merasakan terluka,
Kenapa semua serba Pesakitan, baru Air Mata ini aku luapkan..
Kenapa..??
dan mengapa disaat aku Bahagia,
Disaat aku merasakan dan berteman dengan kesenangan,
Disaat aku sedikit lupa dengan segala urusan duniaku,
Tak sedikitpun Air Mata ini aku manfaatkan.

Apa memang sudah menjadi Kodratnya seperti itu..?
Atau memang aku yang salah mengartikan dan memanfaatkan pemberian Tuhan yang maha agung nan indah.
Meski memang tak ada yang Melarang kapan dan dimana aku harus Menangis, dan mungkin juga Tuhan membebaskan akan dibawa kemana pemberian-Nya itu.

Namun berkaca dari hal – hal yang tlah lalu, sekarang aku menyadari.
Saatnya aku lebih menghargai suatu pemberian yang begitu Agung, begitu Indah,
Meski aku tak tahu bagaimana cara membalas,
Namun mungkin dengan sedikit menghargai dengan memanfaatkan untuk hal yang bahagia, Tuhan akan tersenyum padaku.

Lalu anganku melayang dan berceloteh,
Mungkin, jika aku menangis karena Pesakitan,
Bukan Kebahagiaan seutuhnya yang Dia berikan padaku,
Tapi hanyalah kebahagiaan yang akhirnya berujung pada Pesakitan pula,
Karna aku membawa sebuah Pesakitan untuk-Nya.
Namun,
Jika aku menangis karena Bahagia,
Aku yakin Tuhan senantiasa akan tersenyum padaku,
Serta diberikan kebahagiaan yang seutuhnya padaku,
Karena Bahagia pula yang aku Hantarkan pada-Nya.

.: Indahnya Hidup Bila Hati Yang Bicara :.


oleh Sigit Rastafara pada 07 Oktober 2011 jam 22:54

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman ?
Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat

Ada hal hal yang tidak ingin kita lepaskan
dan ada orang orang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia
melainkan awal dari kehidupan yang baru

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah tersakiti
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba

Karena merekalah yang bisa menghargai
Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka

Cinta adalah ketika kamu menitikkan air mata, tetapi masih peduli
terhadapnya
Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, kamu masih menunggunya
dengan setia
Cinta adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih
bisa tersenyum
sambil berkata , ” Aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cintamu tidak berhasil, bebaskanlah dirimu
Biarkanlah hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam
bebas lagi
Ingatlah, kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
Tetapi saat cinta itu dimatikan, kamu tidak perlu mati bersamanya..

Orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal
Tetapi mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh
Entah bagaimana, dalam perjalanan kehidupanmu,
Kamu akan belajar tentang dirimu sendiri dan suatu saat kamu akan
menyadari
Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada di dalam hidupmu
Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan pilihan kehidupan yang telah
kau buat
Yang seharusnya ada di dalam hidupmu

Sahabat sejati akan mengerti ketika kamu berkata, ” Aku lupa ”
Sahabat sejati akan tetap setia menunggu ketika kamu berkata, ”
Tunggu sebentar ”
Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu
ketika kamu berkata, ” Tinggalkan aku sendiri ”

Saat kamu berkata untuk meninggalkannya,
Mungkin dia akan pergi meninggalkanmu sesaat,
Memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri,
Tetapi pada saat saat itu, hatinya tidak akan pernah meninggalkanmu
Dan sewaktu dia jauh darimu, dia akan selalu mendoakanmu dengan air
mata

Lebih berbahaya mencucurkan air mata di dalam hati
daripada air mata yang keluar dari mata kita
Air mata yang keluar dari mata kita dapat dihapus,
Sementara air mata yang tersembunyi,
Akan menggoreskan luka di dalam hatimu
yang bekasnya tidak akan pernah hilang

Walaupun dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang,
Tetapi ketika cinta itu tulus…
meskipun mungkin kelihatannya kamu kalah,
Tetapi sebenarnya kamu menang karena kamu dapat berbahagia
sewaktu kamu dapat mencintai seseorang
Lebih dari kamu mencintai diri kamu sendiri…

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
Atau karena ia tidak mempedulikan kita
Melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu
Akan lebih berbahagia apabila kita melepasnya
Tetapi apabila kamu benar benar mencintai seseorang,
Jangan dengan mudah kita melepaskannya
Berjuanglah demi cintamu… Fight for your dream !
Itulah cinta yang sejati..
Bukannya seperti prinsip ” Easy come.. Easy go… ”

Lebih baik menunggu orang yang benar benar kamu inginkan
Daripada berjalan bersama orang ” yang tersedia ”
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai
Daripada orang yang berada di ” sekelilingmu ”

Lebih baik menunggu orang yang tepat
Karena hidup ini terlalu berharga dan terlalu singkat
Untuk dibuang dengan hanya ” seseorang ”
Atau untuk dibuang dengan orang yang tidak tepat

Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling
menyakiti hatimu
Dan kadang kala teman yang membawamu di dalam pelukannya
Dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari

Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat membangun orang lain, tetapi dapat juga menjatuhkannya
Bila bukan diucapkan pada orang, waktu, dan tempat yang benar
Ini jelas bukan sesuatu yang bijaksana

Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat berupa kebenaran ataupun kebohongan untuk menutupi isi hati
Kita dapat mengatakan apa saja dengan mulut kita
Tetapi isi hati kita yang sebenarnya tidak akan dapat dipungkiri

Apabila kamu hendak mengatakan sesuatu..
Tataplah matamu di cermin dan lihatlah kepada matamu
Dari situ akan terpancar seluruh isi hatimu
Dan kebenaran akan dapat dilihat dari sana

Ya ampuun …..

oleh Sigit Rastafara pada 10 Oktober 2011 jam 20:46


Kita semua setidaknya pernah melakukan kesalahan. Ya …. kalau agak kurang setuju dengan kata ‘sering’ maka pilihannya kata ’pernah’ melakukan kesalahan. Namanya juga manusia, tidak pernah luput dari kesalahan.  Setelah melakukan kesalahan, pribadi kita memberikan respon masing-masing. Menyesal, marah, malu, acuh terus anggap angin numpang lewat saja atau sadar bertaubat? Kalau mau sedikit ekstrim, pernah nggak melakukan kesalahan yang sama berulang kali? Semoga tidak ya, bisa-bisa ucapan “Ya Ampuuun” meluncur …..
Kalau saya habis melakukan kesalahan dan mengakui itu ‘salah’ berarti sudah masuk ke arena pengakuan. Menyesal atau tidak dengan kesalahan yang tadi? Kalau saya jawab menyesal berarti saya sudah menyatakan pengakuan kalau saya sudah salah langkah. Apakah sudah sadar atau belum dengan kesalahan itu? Apakah saya masih diam-diam melakukan kesalahan secara berulang-ulang padahal tahu itu salah?
Kalau saya mau mengakui kesalahan itu sambil disertai sikap rela memperbaiki kesalahan terus mau taat dan tunduk pada peraturan tanpa keterpaksaan – apalagi kalau peraturan itu datangnya dari Allah melalui firmanNYA, berarti saya sudah memasuki arena pertaubatan. Kalau saya bilang mau bertaubat tapi tidak mau atau tidak bersedia atau merasa terpaksa untuk memperbaiki diri maka saya belum sepenuhnya melakukan pertaubatan.
Perlahan saya menyadari dan merasakan pergeseran hidup yang luar biasa setelah saya mengerti kalau pertaubatan bisa terjadi dengan sukses kalau semuanya datang dengan segala kerendahan hati dan mau menundukkan diri ke hadapan Allah. Ya, Mau merendahkan diri! Mau mencari firman Allah dan menjalankannya dengan sepenuh hat, bukan terpaksa dan ada motivasi dunia. Mau belajar untuk mengerti bagaimana cara berjalan bersama kekuatan Allah. Menyerahkan segala kuasa dan tindakan untuk kemuliaan nama Allah.~

Saat Pelacur Mencari Cinta Sejati

oleh Sigit Rastafara pada 12 Oktober 2011 jam 19:49



palacur merupakan image yang tertanam dalam diri seseorang khususnya wanita, 
para pelacur itu tidak kehilangan kodratnya sebagai wanita. Sebagai wanita, mereka memiliki perasaan yang lebih dalam daripada pria, terutama masalah cinta. Akan ada titik puncak di mana seorang pelacur... atau lebih baik saya katakan... seorang wanita yang melacur merasakan kejenuhan. Setiap hari mereka selalu melayani (beberapa) pria yang ingin memuaskan nafsu birahinya semata-mata tanpa disertai rasa cinta .
 Kodrat wanita menuntunnya pada suatu pertanyaan dan refleksi tentang kehidupan yang dijalaninya selama ini: diwarnai oleh pria-pria yang tidak mencintainya namun berhubungan seksual dengannya. Ia pun pada akhirnya memahami bahwa selama ini, pria-pria pelanggannya itu hanya mencintainya fisiknya. 
Dalam kondisi yang rumit semacam itu, muncullah kerinduan akan cinta yang sejati. Bukan hanya kata-kata cinta gombal yang umumnya keluar dari para pelanggannya yang hanya hendak memanfaatkan fisik pelacur itu demi memuaskan nafsu birahinya. Ia merindukan seseorang yang akan memberikannya cinta secara seutuhnya, bukan hanya karena kecantikan fisik, tapi terutama karena inner beauty seorang wanita.
Selayaknya, mobil yang bisa berfungsi kalau ada bensin dan accu sebagai sumber tenaganya, manusia pun memiliki sumber tenaga sehingga bisa berfungsi dengan baik. Cinta adalah sumber tenaga manusia. Ahli psikoanalisis, Sigmund Freud menyebutnya dengan libido. Sayangnya, Freud hanya membatasinya dalam fungsi kelamin (hubungan seksual). Tenaga seksual itu sebenarnya tidak hanya sesempit itu. Ia juga meliputi rasa cinta, belas kasih, lembut hati, keberanian, rela berkorban demi orang lain, berhubungan dengan orang lain dan Tuhan.

Kenapa harus ada cinta?


oleh Sigit Rastafara pada 12 Oktober 2011 jam 21:27

saya sampai saat ini masih bingung tentang konsep sakral ini yaitu cinta, kenapa cinta ini mesti ada dan menimbulkan berbagai polemik seperti ini:
Di antara mereka yang saya sukai atau kagumi,
saya tidak dapat menemukan suatu kesamaan
Tetapi di antara mereka yang saya kasihi,
saya dapat menemukannya: mereka semua membuat saya tertawa

Persahabatan sering berakhir dengan cinta
Tetapi cinta kadang berakhir BUKAN dengan persahabatan

Kita harus sedikit menyerupai satu sama lain
untuk mengerti satu sama lain
Tetapi kita harus sedikit berbeda
Untuk mencintai satu sama lain

Cinta yang belum matang berkata:
"Aku cinta kamu karena aku butuh kamu"
Cinta yang sudah matang berkata:
"Aku butuh kamu karena aku cinta kamu"

Cinta memasukkan kesenangan dalam kebersamaan
kesedihan dalam perpisahan harapan pada hari esok kegembiraan di dalam hati

Siapa pun yang mempunyai hati penuh cinta selalu mempunyai sesuatu untuk diberikan
Cinta sejati dimulai ketika tidak sesuatu pun diharapkan sebagai balasan

Segera sesudah kita belajar mencinta
Kita akan belajar untuk hidup

Cinta...
Jika anda memilikinya, anda tidak memerlukan sesuatu pun yang lain
Dan jika anda tidak memilikinya,apa pun yang lain yang anda miliki tidak banyak berarti

Cinta tidak dapat dipaksakan
Cinta tidak dapat dibujuk dan digoda
Cinta muncul dari Surga tanpa topeng dan tanpa dicari

Cobalah bernalar tentang cinta dan engkau pun
akan kehilangan nalarmu

Arti Kehilangan


oleh Sigit Rastafara pada 16 Oktober 2011 jam 14:15

Kehilangan merupakan bagian dari fitrah manusia yang bisa membuat perubahan dalam kehidupan kita. Arti kehilangan bisa berupa kesedihan dan penderitaan atau tempaan atas kualitas ketabahan dan kesiapan diri. Rasa kehilangan merupakan bagian dari rasa memiliki karena adanya keterikatan atas sesuatu atau seseorang. Kehilangan menunjukkan rasa yang tidak sepenuhnya utuh, merasa kurang tanpa hadirnya sesuatu atau seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bersentuhan dengan rasa kehilangan. Kehilangan akan benda, jiwa, perasaan, harga diri dan suasana, kehilangan sosok seseorang, kehilangan kesempatan atau peluang bahkan takut kehilangan.
Kehilangan pernah dialami siapa saja, terlepas dari perbedaan hal yang hilang, reaksi atas kehilangan, cara menyikapi, mengatasi dan mengartikan kehilangan, serta dampak yang ditimbulkannya. Kehilangan sebuah benda yang berharga bisa berarti petaka bagi sebagian orang, dan kehilangan sosok seseorang bisa berarti derita bagi kita. Di atas semua itu, kehilangan sesuatu atau seseorang bisa menyebabkan kehilangan harapan dan kesadaran akan conscience (suara hati), sehingga arti kehilangan bisa mengubah persepsi seseorang atas kehidupan. Tidak sedikit orang yang membentuk arti dan persepsi kehilangan sebagai penderitaan dan larut di dalamnya, menjadi kehilangan kepercayaan dan kebermaknaan hidup. Mengapa kita merasa kehilangan?

Kehilangan tumbuh dalam benak dan perasaan kita karena adanya arti berikut ini, yang seringkali kita sadari setelah kehilangan itu terjadi.
Pertama, kita merasa kehilangan karena sesuatu atau seseorang yang hilang itu sangat berharga dan berarti untuk kita. Kita seringkali merasa terlambat menyadari atau bahkan baru menyadari betapa berharganya sesuatu dan betapa berartinya seseorang untuk kita setelah semua itu hilang, sehingga kita merasa kehilangan dan merasakan arti kehilangan sebagai adanya kekurangan, kekosongan, atau kehampaan tanpa kehadiran yang hilang tersebut.
Kedua, kita merasa kehilangan karena kita menyadari bahwa kita membutuhkan yang hilang itu. Intensitas kebersamaan dan kedekatan membuat kita terbiasa dan merasa biasa. Namun, ketika yang terbiasa dan biasa itu tak ada, kita merasa ada yang kurang dan hilang dari kebiasaan dan keterbiasaan itu. Ini menunjukkan bahwa kita membutuhkan kehadirannya, keberadaannya, perannya, fungsinya dan kebermanfaatannya untuk kita, sehingga rasa membutuhkan itu bisa berkembang menjadi mengharapkan yang hilang.
Ketiga, kita merasa kehilangan karena kita merasa mencintai dan menyayangi yang hilang itu. Bagaimanapun berharganya sesuatu bagi orang lain, dan bagaimanapun berartinya seseorang bagi orang lain, tak akan membuat kita merasa kehilangan ketika kita tak mencintainya dan menyayanginya atau paling tidak ada empati yang bisa membuat kita merasa kehilangan. Kehilangan sahabat, teman, keluarga atau orang terkasih merupakan bentuk kehilangan karena cinta kita kepada mereka. Kedalaman rasa bisa mengukuhkan arti kehilangan dalam diri dan hati kita, sehingga kehilangan itu bisa berdampak tidak biasa dan luar biasa bagi hidup dan hati seseorang.
Biasanya reaksi awal karena kehilangan ditunjukkan dengan bersedih, menangis, kesal, marah atau menyalahkan diri karena merasa menyia-nyiakan yang hilang tersebut. Reaksi ini bisa berlanjut hingga membuat kita larut, terbenam dan karam dalam rasa kehilangan itu. Bila ini reaksi kita, maka boleh jadi kita kan kehilangan kebermaknaan dan kepercayaan akan diri, hidup dan Pemilik Kehidupan. Ada pula orang yang mampu mengatasinya dengan menunjukkan reaksi yang wajar karena ia meyakini kekuatan Tuhan. Arti kehilangan bagi orang-orang seperti ini adalah ujian sekaligus perubahan dalam kehidupan, bukan kesedihan semata. Orang-orang seperti inilah yang dikategorikan sebagai pembelajar kehidupan, memiliki kemampuan untuk melihat dan memahami hikmah di balik masalah, melihat sisi kemudahan dalam kesulitan dan menjadikan kegagalan sebagai batu loncatan untuk melangkah lebih maju.

Keegoisan hati...

oleh Sigit Rastafara pada 16 Oktober 2011 jam 21:00


Ya Allah, ampunillah hambamu yang lemah ini...
Ya Allah Kau Hadirkan kembali kenangan lamaku...
Ya Allah Kuatkanlah Imanku..
Tuk menjalani semua ini..

Berbicara...
curhat...
atau mengeluarkan unek-unek yang ad di dada ini...
Apakah ini jalan keluarnya Ya Allah...

Ya Allah aku mohon...
Aku Mohon hanya kepada-Mu..
tuk menjalani semua ini dengan dada yang lapang...

Tidak ada hiburan yang dapat melupakannya...
tidak ada kegiatan yang bisa menghilangkannya..
karena sudah menusuk hati yang teramat dalam..
ya dalam dan saaangatttt dalam...

belum ada duanya
apalagi ketiga, keempat, kelima
dan seterusnya...

Ya Allah Lancarkanlah langkahku ini
Ringankanlah bebanku ini
dan mudahkanlah segala asa dan angan hambamu ini
agar mencapai titik terakhir bukan titik-titik seperti ini........
yang tidak tahu ujung akhirnya, apakah ini sebuah jalan atau hanya sebuah cobaan tuk menggapai sebuah kemenangan...!?, melawan yang namanya asa, melawan yang namanya cinta, melawan yang namanya keegoisan hati...ya keegoisan hati...iya hanya keegoisan hati...dari seorang yang dia CINTAI...

lebih baik dikenal lantas dilupakan daripada dicintai tapi dikhianati....

oleh Sigit Rastafara pada 18 Oktober 2011 jam 15:46
 
Kuangkat tanganku ke wajahnya
Untuk menahan perasaanku di dalam hati ini
Aku takkan mengucapkan kata-kata itu lagi
Untuk menunjukkan cintaku padanya
kata berganti tangis
Mimpi terhenti,ketika tiba dipersimpangan..
Ruang gelap
Cahaya hanya dari hatiku
Bersinar.
Menanti sekeping hati yg pergi
aku tak mengerti mengapa aku begini
tersiksa batin oleh kata hatiku sendiri
apakah aku benar atau aku salah
apakah aku mencintai orang yang tepat kucintai
atau ini keegoisan dari hati yang telah di butakan oleh cinta
pernah kulihat kisah pedih tentang cinta di luar sana
tapi tak pernah terbayang olehku
aku tersiksa oleh roman cinta yang telah di anugerahkan olehnya
seorang gadis yang takkan mati, selalu tersimpan di hati, dan hanya untukku selamanya
 

Keindahan Pada Waktunya

oleh Sigit Rastafara pada 26 Oktober 2011 jam 12:21



beban dan awal yang selalu tak berarah,
telah membuat ku berubah arah,
bagai kapal tanpa nahkoda ditengah badai,
selalu terombang ambing oleh desis angin.

kuingin berteriak sekuat tenaga,
berteriak tanpa ada beban,
meledak seperti pertempuran nuklir.
mengungkapkan semua yang ada,

berat terasa tak dapat teringat,
entah apa yang kan terjadi nanti
dengan apa kan kukatakan kesedihan ini,
apakah kamu tahu yang kan terjadi

kuingin terbang bagai merpati,
beramai berarak tanpa yang pasti,
hanya membawa sepasang hati,
mendapat kebebasan bukannya berlari,.

awal yang indah tidak lah menjadikan akhir yang indah
hanya keindahan yang hadir pada waktunya,
harapan datang bukanlah permintaan,
harapan pulang hanyalah kiasan,

waktu adalah bahasa hati.......

oleh Sigit Rastafara pada 19 Oktober 2011 jam 21:52
 


Kutinggalkan angan-angan, yang selalu mengatakan:
"Aku akan melakukan sesuatu jika keadaan berubah."

Jikalau keadaan tetap sama saja, dengan kemurahan-Nya aku
tetap akan sukses dengan apa yang ada padaku.

Hari ini aku akan berhenti berkata: "Aku tidak punya waktu"
Karena aku tahu, aku tidak pernah mempunyai waktu untuk
apapun. Jika aku ingin memiliki waktu, aku harus meluangkannya.

Hari ini akan kulalui seolah hari akhirku. Akan kulakukan
yang terbaik dan tidak akan ditunda sampai esok.
Karena hari esok belum tentu ada.
 
 
Copyright © 2009 Piush
    Twitter Facebook Google Plus Vimeo Videosmall Flickr YouTube