BREAKING
Tampilkan postingan dengan label catatan Harian II. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan Harian II. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2016

Inilah Lima Jomblo kelas atas di Ushuluddin


Menjadi jomblo adalah perkara tersulit yang ada dalam kehidupan. Tidak ada yang mudah dengan menjomblo. Selain pranata sosial, tekanan keluarga dan kesunyian, menjadi jomblo juga selalu mengalami tekanan psikologis dari hari-kehari.

Nahh buat kalian mahasiswi UIN, ada kabar gembira yang akan saya jelaskan di sini. Untuk sementara lupakan hayalan-hayalan kalian mengenai Nicholas Saputra atau Ariel Noah. Kini PIUSH memiliki rekomendasi jodoh untuk kalian semua. 

Setelah melalui seleksi yang ketat, lebih ketat daripada seleksi lomba penyanyi berbakat yang ada ditelevisi, bekerja sama dengan Lembaga Survey Jomblo Indonesia, Maka PIUSH dengan bangga mempersembahkan lima jomblo berkualitas tinggi untuk anda dekati. Ingat, dekati saja, jangan dipacari. Biarkan mereka tetap sendiri agar tetap menjadi filsuf atau sufi.

5. Solihin (Anu)
Solihin Anu adalah Mahasiswa semester 4 yang paling berbakat di Aqidah Filsafat, Ushuluddin, UIN Jakarta. Ia dikenal dengan nama panggung "Anu". layaknya Mahasiswa Filsafat yang lain, Anu cukup idealis dalam hal percintaan. Ia tidak akan mau mengejar seorang gadis, kecuali gadis itu sendiri yang mendatanginya. Tapi mau sampai kapan Anu ?? aahh sudahlah.

Sebagai pemuda harapan entah siapa, Anu telah berjasa besar dalam menghidupkan kajian pojok inspirasi ushuluddin (PIUSH). Bisa dihubungi dibesment ushul.

4. Edi Marwoto
Jomblo kita yang satu ini adalah gabungan filsuf mahsyur Schopenhauer dan Basiyo. Tercatat sebagai mahasiswa perbandingan agama yang jarang masuk kuliah hingga sekarang.

Edi merupakan sosok yang santai dan periang. Gosip yang beredar, sangking frustasi dengan kejombloannya ia bahkan rela berpacaran dengan leptop yang selalu ditentengnya. Edi Bisa dihubungi di besment ushul.

3. Muhammad Hamiem
Pria yang asal Rembang Jawa tengah ini, memiliki semboyan, "sombonglah selama Tuhan tidak melihat". Lantas pertanyaan selanjutnya yang harus ditanyakan kepada Hamim, apa yang bisa disombongkan ? Hidup dalam kesunyian dan kesepian ??

Tercatat masih menjadi Mahasiswa Tafsir Hadis semester 6. Hamim, begitu ia disapa, dikenal menguasai par excellencestudi Alquran, Hadist, dan Filsafat. Dengan wajah yang jika diperhatikan kadar usianya melebihi Nabi Adam, sudah barang tentu Hamim punya kualitas idola.

Jika Anda tertarik untuk berbincang perihal pahitnya kehidupan, Anda bisa menghubunginya di besment ushul.

2. Mohammad Faqih
Tanyakan pada jagat mahasiswa seluruh kampus UIN, Jakarta, siapa Muhammad Faqih. Niscaya anda akan menemukan seorang sosok Marxist yang kaffah nan zuhud.

Faqih adalah salah seorang Aktifis Gerakan yang konsisten menyendiri dan menyendiri. Seluruh rekan-rekannya mengetahui kisah pahit drama percintaannya yang tak menegenal kata "Sampai". Bahkan faqih sukses menjadi "icon" perjombloan di Ushuluddin. Suatu prestasi yang luar biasa tentunya.

Jika "Syarukh khan" dalam film "Jab tak hai jan" berhasil menanti cintanya dalam puluhan tahun, faqih jauh melampaui itu pastinya.

Secara khusus Mahasiswa Tafsir Hadis ini memiliki darah biru dari Bekasi yang jika ditelusuri akan nyambung hingga nabi Adam. Anda bisa menghubungi beliau di besment ushul.

1. Ubaidillah
Dan inilah dia, sosok yang dianggap melampaui jomblo yang lain. Ia adalah ubaidillah atau yang biasa disapa Ubed.

Dikenal berwajah layaknya "boyband", Ubed selalu mengakrabi  kesunyian. Apakah karena memang tidak terlihat? Entahlah. Tapi dari beberapa sumber terpercaya, konon Ubed sedang mengejar cinta ala tirakat khusus yang telah mencapai taraf makrifat seorang sufi.

Mahasiswa Tafsir Gadis ini gemar menonton film drama Korea. Maka wajar saja, apabila ia hingga sekarang selalu bermimpi menjadi "Lee Min Ho"nya Ushuluddin. Silahkan sapa ubed di besment ushul.


D.I



Jumat, 13 Juli 2012

Catatan I : Pengalaman Satu, Awal Masalah


Catatan I : Pengalaman Satu, Awal Masalah
Senin, 2 Juli 2012. Kesan pertama ketika tiba di desa Warung menteng terasa biasa saja. Tidak ada hal yang menarik dan istimewa yang saya—dan mungkin sebagian atau semua kawan-kawan-- rasakan. Hanya rasa capek dan lapar, karena mungkin saya telah menempuh perjalanan yang lumayan cukup jauh, yaitu Ciputat-Cijeruk perbatasan Bogor-Sukabumi, yang entah berapa kilometer jarak pastinya dalam hitungan matematis. ditambah rasa ngantuk karena malam sebelum pemberangkatan ada acara nonton bareng final pertandingan sepak bola antara Italia Vs Spanyol, team yang saya jagokan mengalami kekalahan 4-0. Sungguh hasil yang mengecewakan. Dan memang benar, saya kecewa dengan hasil pertandingan tersebut, bukan karena kekalahannya, tapi pola pertandingan yang dibangun oleh team Italia sangat jauh dengan pola yang dibangun oleh team Spanyol. Dan saya akui bahwa Spanyol memang layak menjadi sang Juara di daratan benua biru, Eropa. Sungguh sikap yang yang objektif dan bijaksana kan?
Balik lagi ke konteks Warung menteng, tempat saya dan kawan-kawan mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tapi saya baru bertanya, kenapa harus ada kakaen? Saya berfikir mungkin selama ini sekitar 6 semester para mahasiswa kuliah itu tidak nyata, mengawang-ngawang, abstrak dan mungkin berhalusinasi. Tapi entahlah apa alasannya, yang penting kita balik lagi ke konteks warung menteng di mana ada suatu hal yang menurut saya agak ganjil. Kenapa harus ganjil, tidak genap? Ya, nanti kita jawab pertanyaan itu dikesempatan yang lain. Yang penting kita balik lagi ke konteks Warung menteng yang tidak melakukan penyambutan kepada saya dan kawan-kawan, seperti apa yang dilakukan oleh warga Bandung ketika Surya Paloh—penggagas ormas dan  partai Nasdem—melakukan sebuah ritual penyambutan yang sangat meriah dan wah. Kok jadi membahas Surya paloh dan Nasdem?
Au ah Gelap. . . .
Sementara sebagian kawan-kawan ada yang lagi pada asyik ngobrol sambil nyantai—ngopi, ngerokok, makan-makan cemilan—dan ada sebagian yang beres-beres barabg-barang bawaan, saya melihat ada seorang orang tua mungkin sangka saya, akan mendapatkan informasi mengenai keadaan desa Warung Menteng ini. saya menghampiri orang tua itu, yang sedang duduk sambil ditemani segelas kopi hitam dan tentunya dia sambil menghisap sebatang rokok, meski saya tidak melihat secara langsung merk rokok yang dia hisap, tapi saya tahu dan `ainul-yaqin betul kalau rokok yang dia hisap adalah rokok djarum coklat, karena baunya sangat khas dan gak enak. Sebuah fenomena sekaligus ciri khas orang tua desa.
Kemudian. Saya dan orang tua tersebut  berbincan-bincang. orang tua tersebut langsung bercerita mengenai peta keadaan yang sedang terjadi di masyarakat desa tersebut. Ia mengemukakan bahwa dia mempunyai posisi yang sangat stategis dan berpengaruh di desa itu. Bisa dikatakan bahwa dia adalah termasuk salah satu sesepuh desa. Katanya, di desa ini sedang ada satu masalah tentang pembangunan mesjid. Ada perselisihan pendapat dan keinginan dari ara warga mengenai sesuatu hal yang tidak disebutkan apa masalah tersebut. Tapi yang pastinya, kata orang tua tersebut ketua pembangunan Mesjid itu menemuinya lantas meminta pendapat kepadanya mengenai apa yang harus ia lakukan ketika menghadapi masalah itu. Dan lanjut ia mengatakan bahwa pada akhirnya setelah ketua pembangunan mesjid itu mendapatkan dan melaksanakan saran dari orang tua tersebut, pembangunan mesjid pun dilanjutkan dan segera akan selesai.
Pada akhirnya untuk informasi dari orang tua itu saya untuk sementara mengambil sebuah kesimpulan bahwa saya harus percaya tak percaya tentang apa yang dikemukakan dan dinyatakan oleh orang tua itu, karena asumsi saya bahwa saya dengan orang tua itu baru pertama kali bertemu. Karena menurut ilmu yang saya temukan menyebutkan bahwa suatu pernyataan haruslah diuji kebenarannya dengan cara memverifikasi dan membandingkan (coverasi) dengan data dan fakta yang lainnya. Supaya kebenaran yang dihasilkan tidak bersifat satu arah atau satu pintu.
Tapi setidaknya, itu sebagai langkah awal atau pintu gerbang bagi saya dan kawan-kawan yang lain pada umumnya untuk mengetahui tentang sesuatu yang belum kami ketahui, apalagi sekarang kami lagi singgah di kampung orang lain.
Meski di hari pertama terasa biasa aja, tapi ya itulah fenomena yang apa adanya. Meski hari ini tidak ada yang menarik, tapi yang membuat saya menarika adalah hari esok yang masih menjadi sebuah misteri yang tidak bisa saya ketahui pada saat ini. Tapi untungnya saya sadar bahwa segala sesuatu pasti akan terjadi di luar rencana.

Dipengasingan , 3.31 AM

Minggu, 24 Juni 2012

Galau dan Revolusi Pemikiran


Galau dan Revolusi Pemikiran


Dalam hal ini. Penulis sekedar hanya ingin mengurai secara sederhana tentang  sabda galau, yang pada akhirnya berkesimpulan sementara bahwa antara “galau” dengan revolusi dunia pemikiran itu sangatlah erat kaitannya. Bahkan pada titik tertentu, ketika dalam kondisi galau, apapun yang sebelumnya tak tergambar dalam pikiran, maka sesuatu itu akan terwujud.
Galau sebagai  Kondisi Jiwa
Ada suatu masa di mana seorang individu mengalami suatu keaadaan yang di luar biasanya, yaitu dalam kondisi kegalauan. Galau dapat diartikan sebagai suatu keadaan goncangan jiwa yang terjadi secara alamiah yang diakibatkan oleh berbagai macam sebab yang menjadikannya hadir di dalam jiwa individu tersebut. Rasa tidak nyaman, gelisah,takut, pikiran jauh  melayang ke awang-awang mungkin itu merupakan sketsa sederhana orang yang sedang mengalami kondisi kegalauan. Alasannya pun bervareatif, entah itu disebabkan oleh cinta, rasa rindu, sedih, broken heart, broken home, jenuh dengan keadaan, ataupun ketidakpuasan atas penomena yang terjadi di dalam tatanan masyarakat.
Galau selalu berhubungan dengan wilayah perasaan seseorang yang sulit untuk diukur kadar kegalauannya. Perasaan terkadang sulit untuk dipahami dan sulit untuk dirasionalkan. Karena perasaan merupakan kecenderungan seseorang terhadap sesuatu. Rasa takut seseorang tidak bisa disamakan dengan satu ditambah satu. Bahkan perasaan tidak dapat secara utuh terwakilkan oleh kata-kata,
Sulit dipungkiri memang, bahwa secara umun, kegalauan merupakan suatu kondisi yang sangat tidak nyaman untuk disinggahi. Akan tetapi ada sebagian orang yang merasa nyaman berada dalam fase kegalauan bahkan sampai mempertahankannya.
Berfikir sebagai Identitas
Manusia didefinisikan sebagai hewan yang berfikir. Berfikirlah yang menyebabkan mengapa manusia dibedakan dengan jenis hewan yang lainnya. pikiran merupakan hal yang bersifat potensial sekaligus aktual yang ada bagi manusia. Berfikir merupakan suatu aktivitas manusia dalam memikirkan sesuatu hal yang bersifat objektif. Di satu sisi, pikiran manusia menempati posisi sebagai subjek, karena ia memfungsikan diri sebagai pelaku atas segala sesuatu. Dan di sisi lainnya, pikiran manusia diposisikan sebagai objek sekaligus subjek dalam waktu bersamaan karena ia menjadi objek berfikir.
Manusia berfikir adalah manusia yang mengarahkan (intensionalitas) pikirannya terhadap objek yang ada dihadapannya. Hubungan antara pikiran (subjek) dengan suatu benda (objek) akan menghasilkan suatu pengetahuan (episteme). Berfikir berarti adanya sutu hubungan yang kuat antara manusia sebagai subjek, benda sebagai objek dan pikiran sebagi hasil. Pada dasarnya, semua apa yang masuk ke dalam pikiran manusia itu masuk begitu saja dan berceceran, sama halnya dengan seseorang yang memasukan semua jenis buku ke dalam perpustakaan tanpa membereskan dan mengklasifikasinya. Kemudian, kehebatan pikiran kita adalah semua yang berserakan tadi dapat disusun dan diklasifikasikan secara automatis.
Dari Galau ke Revolusi Pemikiran
Yang menarik adalah ketika penulis melihat ada suatu yang berbeda atas fenomena galau yang terjadi pada manusia-manusia tertentu. Ketika dalam keadaan galau, mereka mampu untuk melakukan sebuah revolusi pemikiran terhadap masalah yang sedang mereka hadapi. Berawal dari melihat situasi dan kondisi keadaan sekitar, melahirkan sebuah ide dan gagasan cemerlang yang merupakan sebuah produk pikiran yang sebelumnya tidak terfikirkan.
Bagi seseorang yang mampu untuk mengoftimalisasikan potensi kegalauan terhadap dunia pemikiran secara positif, mereka akan mampu untuk menghasilkan suatu gagasan atau ide cemerlang dari apa yang ia pikirkan atas fenomena objektif yang sedang ia hadapi. Biasanya, dalam kondisi galau-lah seorang individu mampu untuk berfikir melampaui. Ada banyak gambaran-gambaran (imajinasi) yang bermunculan di dalam pikiran ketika seseorang itu sedang dalam keadaan galau. Dan hanya orang-orang yang dikaruniai kemampuan yang lebih ketika ia mampu untuk mengsistematisasikan semua daya pikiran tadi kepada wilayah yang real .
Dalam cerita para Nabi di dalam agama Islam, ada beberapa study kasus yang dapat dijadikan sebuah contoh bagaimana galaunya seseorang dapat bertrasformasi terhadap pola pemikiran mereka, dan hasilnya sangat mengagumkan. Seperti kegalauan Musa terhadap fenomena perbudakan Mesir kuno menghasilkan revolusi pembebasan kelas budak. kegalauan Ibrahim atas pencariannya terhadap Sang Kebenaran, menghasilkan Revolusi Kepercayaan dan Aqidah. kegalauan Muhammad atas fenomena kejahiliyahan bangsa Arab Quraisy, berujung pada revolusi sistem aqidah dan sosial Arab.
Semakin tinggi tingkat dan potensi kegalauan seseorang, maka akan semakin kuat pula daya imajinasi yang dihasilkan oleh pikiran.




Minggu, 04 Desember 2011

Dalam Diam Aku Diam. . .

oleh Dany Ramdhany 

pada 4 Desember 2011 jam 2:54

segelas kopi dan sebungkus rokok, selalu menjadi teman setia di saat teman-teman politis terlelap tidur. seumpama siang dan malam, antara setia dan kepentingan selalu bersipat kontras, sulit untuk disatukan. yang hidup itu mati lantas sebaliknya, yang mati memberikan sebuah penghidupan. pemaknaan dan kesimpulan semacam itu bukanlah dari hasil ngomong saena`e dewek" , akan tetapi dari hasil perenungan yang bersumber pada persepsi-persepsi dunia indrawi  yang kemudian terabstraksi melalui sebuah perenungan.

apalah jadinya jika sekirnya hal ini masih berlanjut. mungkin anda akan bertanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi?
senym-senyum kecil yang diikuti kata-kata yang kosong akan makna, mengisyaraktan sesuatu hal yang ebnarnya mencoba untuk mengharirkan makna baru. "ya" bermakna "tidak" dan "tidak" menunjukan makna yang sesungguhnya. tanda-tanda yang menjadi penanda mengarak kepada suatu hal yang sebenarnya bukan itu yang dituju, lantas orang-orang mengpercayai begitu saja tipu muslihat yang seolah menjadi wahyu yang terlegitimasi kebenarannya.
perenunganku terus berlanjut. ada dua kemunkinan yang terjadi mengenai hasil dari perenungan selanjutnya, kemungkinan pertama bahwa hasil perenungan saat ini akan dipatahkan dengan hasil perenungan selanjutnua, dan yang kedua apakah hasilnya akan tetap sama bahkan bisa saja menjadi lebik kuat untuk bisa dibuktikan kemungkinan akan kebenarannya.

saat ini aku masih diam. kemarinpun aku diam, mungkin besok ataupun lusa nanti aku akan bersabda tapi dalam keadaan diam. akupun hanya bisa menyaksikan berbagai macam fenomena tragis yang menurut orang kebanyakan itu hal yang biasa-biasa saja.

kemarin, saat ini dan mungkin besok dalam diam aku menangis, dalam diam aku tertawa, dalam diam aku berteriak, dalam diam aku mencela, dalam diam aku mengkritik, dalam diam aku lapar, dalam diam aku mengiba, dalam diam aku berharap, dalam diam aku berdo`a, dalam diam aku bernyanyi dan dalam diam aku diam.


*sentul, 04 des 2011-02.50

Rabu, 30 November 2011

dalam diam aku dan tuhan bersabda

Sentul, 30 November 2011 jam 6:16


sabdaku dalam diam_ tapi, diam bukanlah sabdaku_
keberadaanku akan selalu dalam keterasingan_
aku yang hidup dalam keterasingan sedang menunggu akan datangnya resi-resi dan para nabi  berkata bahwa Tuhan telah menyediakan neraka hanya untuk orang-orang yang ta`at dan soleh_
lantas surga pun diperuntukan bagi menusia-manusia jalang, hina dan bejad_
Sabdaku dalam diam_tapi, diam bukanlah sabdaku_
aku yang hidup dalam keterasingan merasa muak dengan pagi yang selalu cepat datang tanpa permisi pada malam
tak sedikitpun aku tidak memahami tentang  kebiasaan itu yang selalu terjadi secara berulang-ulang,

 sabdaku dalam diam, tapi, diam bukanlah sabdaku
aku yang terasing dan aku yang muak
menanti Tuhan berkata bahwa "aku tak lagi akan mengutus resi-resi dan para nabi itu"
dalam diam aku dan tuhan bersada_

Senin, 07 November 2011

"Kita"_???

oleh Ramdany Doank pada 22 Oktober 2011 jam 3:19


jika benar ini "aku" lantas apakah benar itu "kamu"_
ini "aku"_itu "kamu" lantas "dia"_???

aku dan kamu apakan antara "ini" dan "itu"

lantas "dia"_?

ini bukan itu_aku bukan kamu

ini "kamu" dan itu "aku" apakah bisa_?

lantas "dia"_?

mungkin ini bukan "aku" dan itu bukan pula "kamu"_
kata siapa ini dan itu_?

kata "aku" itu "kamu_kata kamu itu bukan "aku" ya. . ."kamu"

lantas "dia"_?

"ini" antara "aku" dan "kamu" bukan "dia"_

lantas "itu"_?

"itu" antara "aku" dan "kamu"
lantas "ini"_?

"kamu" bilang ini "aku"_aku tidak bisa bilang ini "kamu"

"aku" dan "kamu" bukanlah "ini" dan "itu"

"ini" dan "itu" adalah "DIA"_

Dengarlah Apa yang Tidak Pernah aku Katakan

kegelisahanku minggu ini, sebagian telah menjadi kantuk..sebagian tertelan menjadi duri..
kata menjadi penanda dari pengejaran tanpa henti, hiruk pikuk alam kita menjadi sepi tatkala tak ada medium penyampai rasa-rasa yang membatu padamu...

kalimat 'aku mencintaimu' sepertinya tak mewakili apapun dari rasa yang sesungguhnya melampaui...
terdiam saja pun hanya menjadi jeruji ketika kamu sama sekal...i tak sempat memberi arti...
lalu dimana aku seharusnya berada dengan segala kesempurnaan itu?

Sembari aku meyakini bahwa "cinta" tidak termonopoli "kata-kata"
***
For Rahmy Febryna From Ramdany
Sepertinya malam ini aku harus menuliskan tentang cinta.
Cinta yang terus diperdebatkan oleh setiap manusia yang tek pernah menemukan kebenarannya. cinta selalu mejadi korban, bahkan menjadi suatu objek kajian, yang cinta sendiri pun tidak pernah dihadirkan.
lantas malam ini aku akan bersabda tentang cinta :
Cinta akan selalu bersembunyi dibalik kata-kata yang engkau tuliskan_dia malu-malu untuk menampakan wujud asalinya-_andai engkau tak pernah berkata dan menuliskan tentang "CINTA" mungkin ia akan segera datang dengan penuh kerinduan_Titik

"Ramdany, sentul 1.45 Am"

JUMUD

sekiranya apa yang membuat aku merasa hampa atas apa yang aku jalani selama ini. pertanyaan itu sederhana namun, sangat sulit rasanya untuk dijawab. lantas apa yang menyebabkan aku terus begini, terus menerus dibayang-bayangi oleh kegelisahan yang kian lama kian tak pasti. ataukah aku harus terus berbohong, karena selama ini aku terus berkata bahwa "kepastian ini tidak pasti dan kemungkinan itupun tidak mungkin".

jika seandainya aku ditakdirkan untuk terus mengikuti arus jalan hidup ini, lantas aku akan kau buat seperti apa ? menjelang pagi aku baru bisa tidur, bangunku hanya karena aku tak nyenyak tidur. walau diam rasa-rasanya aku sedang berkata, walau entah dengan siapa. melewati hari-hari , ya biasa saja. tiada yang berbeda, tiada yang istimewa semua hanya mengalir tanpa paksaan. tapi mengapa rasanya hidup ini serasa ada yang memaksa aku harus begini dan begitu?

padahal, apa yang selama ini terjadi hanya sebuah pembabakan dari apa yang tidak pernah aku sadari. kesadaran tentang aku yang tidak sadar menjebak pada keterbelengguan dan kegalauan yang pada puncaknya sampailah pada maqom kejumudan yang sistemik.

Jumud-jumud-dan jumud, itulah keseharian yang seolah tak akan pernah berakhir. tapi, apalah arti ketidak-jumudan andaikata jumud itu sendiri tidak mempunyai makna yang sangat berarti.

Ramdany, Sentul, 07-11-2011, 1.27 A.M




 
Copyright © 2009 Piush
    Twitter Facebook Google Plus Vimeo Videosmall Flickr YouTube