BREAKING

Kamis, 30 Mei 2013

HMI KOMFUF : Mau Dibawa Ke Mana ?

HMI KOMFUF : Mau Dibawa Ke Mana ?
oleh Muflihun Hidayatullah

Politik ?
Aristoteles memaparkan, manusia pada dasarnya adalah binatang politik. Hakikat kehidupan masyarakat adalah hubungan satu sama lain. manakala manusia mencoba menentukan posisinya dalam masyarakat, berusaha meraih kesejahteraan pribadi dengan sumber yang tersedia, dan berupaya memengaruhi orang agar menerima pandangannya, maka saat itulah manusia berpolitik. Hal ini berjalan secara alamiah. Dengan pengertian luas ini, maka setiap manusia adalah politisi. Lanjut aristoteles, satu-satunya cara untuk mengembangkan kemampuan seseorang dan untuk membentuk kehidupan masyarakat yang tinggi adalah dengan berpolitik dalam kerangka organisasi yang membentuk tujuan bersama.
Jika kita telusuri politik lebih mendalam, maka kita akan menjumpai pengertian politik yang tidak semudah pemaparan di atas. Terjadi banyak pergolakan dalam politik; Tarik-menarik kekuasaan, pendominasian satu kelompok, kesepakatan sepihak, dan lain-lain. Perbedaan kepentingan menjadikan manusia berlomba untuk saling meningkatkan daya saing dan terkadang saling menciptakan jurang pemisah. Manusia yang tidak sadar dengan peran politik secara utuh akan terbuai dengan jurang-jurang pemisah tersebut, sehingga memunculkan pertikaian.          
Pergolakan HMI Struktural-Kultural
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hadir di tengah hiruk pikuk dunia mahasiswa dengan segala pergolakannya. Di satu sisi HMI merupakan organisasi perkaderan yang memiliki misi; terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang benafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah Subhanahu wata’ala. Hal ini menyatakan bahwa HMI adalah organisasi yang bergelut pada aspek pengembangan keilmuan. Sedangkan, di sisi lain HMI sebagai sebuah organisasi yang sarat dengan nuansa politik, selalu memiliki percikan pertikaian antar kepentingan. Kedua hal tersebut, jika tidak dikemas secara rapi, maka akan menimbulkan dilema yang cukup meresahkan.
HMI Komisariat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (KOMFUF) Cabang Ciputat merupakan salah satu anak kandung yang mengemban misi HMI. Tentunya, sebagai sebuah organisasi, Ia juga memiliki beberapa agenda politik, seperti Pemilu Raya (PEMIRA) kampus pada tataran eksternal dan kongres, Konferensi Cabang (KONFERCAB), Rapat Anggota Komisariat (RAK)  pada tataran internal.
Fakta di lapangan menyebutkan bahwa mereka yang mengusung calon ketua yang berbeda-beda dalam agenda politik tersebut selalu angkat kaki manakala calon yang mereka usung kalah dalam pertarungan di medan pemilihan. Ironisnya lagi, ketidaksukaan pada pemangku jabatan mulai tumbuh, sehingga berimbas melemahkan jabatan. Seakan tak mau kalah, pemangku jabatanpun hanya menampung kepentingan kelompoknya saja tanpa menghirukan kepentingan kelompok lain. Sementara itu, ada juga kelompok yang hanya ingin fokus pada dunia kajian keilmuan, karena mereka sudah lelah dengan suasana politik yang kejam dan kotor, sehingga mereka berlabuh pada prinsip bahwa politik tidak layak untuk digeluti. Ini merujuk pada pembedaan antara HMI struktural yang bekutat pada politik saja dan HMI kultural yang berkutat pada kajian saja, keduanya selalu dipertentangkan.     
HMI KOMFUF : Mau Dibawa Ke Mana ?
Pembiaran atas kenyataan dalam pergolakan HMI KOMFUF tersebut akan melahirkan jurang pemisah antara HMI struktural dan HMI kultural. Kita harus menyadari bahwa setiap pribadi memiliki kepentingannya masing-masing dan semua orang memiliki hak untuk mewujudkannya. Namun, satu hal yang harus kita jaga bersama, yaitu keutuhan HMI KOMFUF, karena hakikat berorganisasi adalah mewujudkan cita-cita bersama, sehingga perlu adanya koridor yang harus ditaati bersama, dan  tidak ada pembeda diantara kita. Bagaimanapun kerasnya arus politik dalam ber-HMI, perlu kita sadari bahwa ribuan adik-adik kita dengan wajah kosong sedang menanti sebongkah bimbingan.
Tulisan ini bukanlah sebuah penentuan arah laju HMI KOMFUF, akan tetapi sebuah gagasan kecil seorang kader atas apa yang ia lihat, jika kawan-kawan memiliki sendiri kompas yang menentukan arah HMI KOMFUF, silahkan pergunakan. HMI KOMFUF : mau dibawa kemana ? jawabannya ada di tangan kawan-kawan.  




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2009 Piush
    Twitter Facebook Google Plus Vimeo Videosmall Flickr YouTube