BREAKING

Senin, 31 Maret 2014

Merancang Epistemologi Baru dalam Konteks Keindonesiaan


Oleh: Fauzan Anwar
Melihat persoalan yang sangat kompleks dan multisegi saat ini, filsafat mempunyai sebuah tantangan dan proyeksi besar yang sangat layak dan mesti kita pikirkan dewasa ini . sesuai dengan gagasan yang dikatakan prof. Zainun Kamal guru besar fakultas ushuludin Uin Jakarta yaitu tentang "merancang sebuah epistemologi baru untuk Indonesia.”
Hal tersebut menurut saya harus ditekankan sekali sebagai respon intelektual untuk menyikapi persoalan yang carut marut dari segala bidang di negeri ini.
Saya kira, ada dua kekuatan utama di Indonesia, yaitu kekuatan Barat dan Timur yang diwakili oleh Islam, dalam menjalankan mesin kehidupan di Indonesia . Perlu diingat bahwa kekuatan dan epistemologi Barat yang banyak diadopsi oleh kita itu sangat erat kaitanya dengan sosial historis yang melatarbelakangi lahirnya epistemologi tersebut. begitu juga dengan Epistemologi Timur Islam.
Permasalahanya adalah tidak semua epistemologi tersebut relevan Dan dapat diterapkan secara membabibuta, karena hal tersebut bisa menjatuhkan tatanan sosial dan budaya di negara ini.
Dalam merancang epistemologi baru di Indonesia ini kiranya kita dapat memaksimalkan potensi kearifan lokal untuk diambil intisarinya sebagai pondasi awal untuk rancangan epistemologi tersebut. Selebihnya Mari kita pikirkan lebih jauh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2009 Piush
    Twitter Facebook Google Plus Vimeo Videosmall Flickr YouTube